KUTAI TIMUR, gemparkutim,com – Ketua Komisi A DPRD Kutai Timur, Eddy Markus Palinggi, mengkritisi perencanaan dan pengawasan pembangunan di wilayahnya, terutama terkait kembali menyeruaknya agenda proyek multiyears di Tahun 2026 mendatang. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang dan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan. 24/ 11 /2025
Eddy menyampaikan pesannya kepada bupati agar melaksanakan pembangunan dengan mengedepankan perencanaan yang matang. Hal ini didasari atas temuan temuan DPRD Kutim dalam sidak Multiyears tahun lalu.
“Saya ingin sampaikan kepada bupati agar melaksanakan pekerjaan jangka waktu berapa pun harus dengan perencanaan matang. Multiyears tahun lalu contoh kurangnya perencanaan, Selain itu, juga harus ditinjau kembali dengan melihat kondisi keuangan daerah dan juga belajar dari pengalaman sebelumnya.”imbuhnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan oleh pimpinan OPD dan PPTK. Sejumlah informasi terkait pembangunan yang tidak sesuai menjadi landasan pengingat penekanan yang dilakukan.
“Perintahkan kepala OPD untuk PPTK mengawasi secara teknis. Pengawasan di OPD ini tidak maksimal. Jadi ke depannya, masalahnya di PPTK. Kalau sumberdaya manusianya sudah masuk kategori mampu, tinggal bagaimana PPTK malekukan pengawasan di lapangan.”tegasnya
Eddy mengungkapkan keprihatinannya terhadap proyek-proyek yang tidak terealisasi sesuai harapan masyarakat. Hal ini tentunya menciderai kepercayaan yang telah diberikan dan dapat menimbulkan persepsi negatif bagi pemerintah daerah.
“Banyak masyarakat dari RT [rukun tetangga] dan desa saya terjun ke lapangan tidak terealisasi. Sampai beberapa RT komplen [complain, mengeluh] karena usulan mereka di Musrembang [musyawarah perencanaan pembangunan] tidak direspons.”imbuhnya
Ia berharap adanya peningkatan kualitas perencanaan dan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan di Kutai Timur untuk memaksimalkan manfaat bagi masyarakat.











